Rahasia Kecantikan Zaman Dahulu vs Sekarang: Standar Cantik

Kecantikan adalah konsep yang selalu berubah, tergantung waktu, tempat, dan budaya. Apa yang dianggap cantik 2000 tahun lalu mungkin akan dianggap “aneh” di zaman sekarang. Sebaliknya, banyak tren kecantikan masa kini yang mungkin akan membingungkan orang zaman dulu.

Tapi yang menarik, ternyata banyak ritual dan standar kecantikan zaman dahulu yang jarang diketahui orang — bahkan beberapa di antaranya sangat ekstrem!

Yuk, kita telusuri dunia kecantikan lintas waktu, dari peradaban kuno sampai era filter Instagram!


 Kecantikan Zaman Dahulu: Unik, Mistis, dan Kadang Ekstrem

Mesir Kuno: Alis Tebal dan Mata Garis Hitam

Orang Mesir tidak hanya terkenal karena piramida, tapi juga obsesi mereka terhadap kecantikan.

  • Mereka menggunakan kohl hitam pekat untuk membuat garis mata tajam — bukan cuma untuk cantik, tapi juga dipercaya bisa menolak roh jahat dan melindungi dari matahari.

  • Alis tebal dan lurus dianggap simbol kesuburan dan kekuatan.

  • Ratu Cleopatra mandi dalam susu dan madu untuk menjaga kelembutan kulit.

🧴 Fakta unik: orang Mesir sudah menggunakan minyak alami dan scrub dari garam Laut Merah sejak 3000 tahun lalu. Bisa dibilang mereka pelopor skincare zaman kuno!

Baca Juga: Manfaat Kopi Untuk Kesehatan Rambut Dan Mengurangi Rontok


China Kuno: Kaki Kecil adalah Simbol Keanggunan

Dalam budaya Tiongkok kuno, terutama pada masa Dinasti Song (960–1279), ada praktik kecantikan yang disebut pengikatan kaki.

  • Gadis muda dibalut kakinya erat-erat agar tumbuh kecil — disebut “kaki teratai“.

  • Kaki kecil dianggap sangat anggun dan memikat pria bangsawan.

Tapi praktik ini sangat menyakitkan dan bisa membuat wanita sulit berjalan seumur hidup.


Eropa Abad Pertengahan: Dahi Lebar & Kulit Pucat

Zaman sekarang dahi lebar mungkin bikin insecure, tapi di Eropa abad pertengahan, wanita rela mencabut rambut bagian depan agar dahi mereka tampak tinggi dan lebar — karena itu dianggap anggun dan cerdas.

Selain itu:

  • Kulit pucat dianggap sebagai tanda kecantikan karena menunjukkan kemurnian dan status sosial tinggi (tanda tidak bekerja di luar rumah).

  • Mereka menggunakan timah putih sebagai bedak wajah, yang ternyata beracun!


Jepang Tradisional: Gigi Hitam dan Kulit Seputih Salju

Wanita Jepang zaman dahulu, terutama para geisha dan bangsawan, punya standar kecantikan unik:

  • Gigi dihitamkan dengan cairan bernama ohaguro, sebagai simbol kedewasaan dan kesetiaan.

  • Kulit putih pucat seperti salju adalah lambang kemurnian dan keanggunan.

  • Mereka memakai bedak dari tepung beras, blush dari bunga safflower, dan lipstik dari kelopak bunga.


Kecantikan Zaman Sekarang: Serba Instan, Serba Glowing

Di era modern, standar kecantikan berubah drastis. Saat ini, kita hidup di dunia yang terobsesi dengan “kulit glowing”, hidung mancung, dan wajah simetris”.

Era Media Sosial: Kecantikan Digital

Hukum Pamer Wajah Model Wanita Dalam Video Tutorial “Makeup” Di Media Sosial Dijelaskan Mufti

  • Filter dan editan foto di media sosial menciptakan standar kecantikan yang tidak realistis.

  • Banyak orang mengejar bentuk wajah ala “Instagram Face” — pipi tirus, bibir penuh, hidung kecil, alis rapi.

  • Makeup kini lebih ke arah natural tapi terkonsep, dikenal sebagai “no makeup-makeup look”.

Uniknya, beberapa filter malah menciptakan tren kecantikan baru, seperti:

  • Freckles (bintik wajah) yang dulu ditutupin, sekarang justru ditonjolkan.

  • Gigi kelinci, yang dulu malu-maluin, kini dianggap imut!


K-Beauty & Tren Global

Kecantikan Korea Selatan (K-Beauty) kini sangat berpengaruh:

  • Standar kulit adalah: putih, bening, tanpa pori, tanpa noda.

  • Skincare jadi lebih penting daripada makeup.

  • Banyak orang lebih fokus pada self-care dan perawatan rutin daripada hasil instan.

Tapi, uniknya, tren ini juga mulai menormalisasi fitur wajah alami dan menjunjung keunikan personal, seperti bentuk mata monolid atau bibir tipis.


 Fakta Menarik: Standar Kecantikan Bukan Soal “Cantik” Saja

Kecantikan selalu berkaitan dengan budaya, status, dan makna sosial.

  • Di masa lalu, kulit pucat = bangsawan, karena tidak harus bekerja di luar.

  • Sekarang, justru banyak orang menginginkan kulit tan (gelap) = aktif, sering liburan, sporty.

  • Dulu, gemuk = kaya raya. Sekarang, langsing = sehat dan ideal.

Jadi, standar kecantikan berubah karena perubahan nilai dan cara hidup masyarakat, bukan karena satu bentuk wajah lebih baik dari yang lain.


 Hal yang Jarang Diketahui Tentang Kecantikan:

  1. Orang Romawi Kuno menggunakan air seni manusia untuk memutihkan gigi! (Jangan ditiru ya…)

  2. Cleopatra menggunakan semut hidup untuk merangsang peredaran darah di wajah sebagai “blush on” alami.

  3.  Di zaman Victorian, wanita memakai arsenik dan merkuri untuk mendapatkan kulit halus — yang sayangnya sering menyebabkan kematian dini.

  4. Di era digital, banyak orang mengalami “Dysmorphia Filter”, yaitu krisis percaya diri karena wajah asli tidak seperti wajah di media sosial.


 Kesimpulan: Cantik Itu Tidak Pernah Sama — dan Tidak Perlu Sama

Dari mencabut alis, mengikat kaki, hingga merias wajah dengan teknik super glowing, kecantikan selalu berubah-ubah. Tapi satu hal yang tidak berubah adalah: manusia selalu ingin merasa menarik dan diterima.

Namun, di zaman sekarang, kita mulai bergerak ke arah yang lebih sehat:

  • Menerima bentuk wajah dan tubuh sendiri

  • Fokus pada kesehatan kulit dan mental

  • Menghargai keunikan tiap orang

Ingat, kamu tidak harus mengikuti semua tren untuk menjadi cantik. Justru, menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri adalah standar kecantikan yang paling kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *